Search
Archives

Cerita Inspirasi

Cerita inspirasi diri sendiri
Nama : Ina Agistina
NRP : G34100038
Laskar : 22
“Back To Nature for Medicine”
Cerita inspirasi saya ini berasal dari pengalaman pribadi, bermula ketika saya duduk di bangku SMA, tepatnya di kelas XI semester 1.
Ketika itu saya tengah mengalami masalah yang cukup serius di kelas, yang awalnya bermula dari kesalahfahaman hingga menjadi fitnah bagi saya. Saya di pojokan oleh teman-teman di kelas, namun saya hanya duduk tenang di tempat duduk saya. Hingga keributan pun terjadi, salah seorang teman sekelas mencoba menenengkan suasana dengan menggebrak meja dengan sangat keras, sehingga membuat saya terlonjak kaget dan tiba-tiba tubuh saya menjadi dingin, bergetar lemas. Sahabat saya menuntuntun saya ke Mushola hingga saya tak sadarkan diri.
Kondisi tubuh saya yang tidak stabil ini, tidak hanya terjadi satu kali. Ketika diperiksakan ke dokter umum, seperti biasa saya ditanya-tanya tentang apa yang saya rasa. Dokter hanya mengatakn kalau saya tidak kenapa-knapa, dan menyarankan saya untuk tidak berfikir yang berlebihan dengan apa yang saya rasa. Merasa kurang puas dengan jawaban dokter tersebut saya pun terus mencari tau.
Hingga suatu ketika ada rekan yang mengajak saya untuk memeriksakan diri ke dokter herbalis, dan saya pun mengikuti saran tersebut. Ketika sampai diklinik herbal, dokter tersebut mendiagnosa dengan cara yang berbeda dengan dokter pada umumnya. Dia memeriksa kondisi saya dengan mengamati telapak tangan saya dan menyebutkan apa yang sering saya rasa, yang ternyata hal tersebut benar!
Dari sini saya diberi obat herbal yang diramu khusus dari tumbuh-tumbuhan tanpa menimmbulkan efek samping, lalu saya dianjurkan untuk di bekam agar darah kotor dan racun-racun dalam tubuh saya dapat dikeluarkan, dan saya pun mencobanya. Setelah dibekam saya merasa tubuh ini merasa lebih baik, enteng dan fresh, saya pun merasa tubuh saya fikiran saya menjadi lebih baik. Karena asal ada niat pasti ada obat.
Diri saya pun diliputi rasa penasaran untuk memahami lebih dalam tentang herbal, maka saya pun sering mengikuti seminar bahkan pelatihan yang di selenggarakan oleh Herbal Penawar Al-wahida, diantaranya diagnosa telapak tangan, diagnosa lidah yang dari sini kita dapat mengetahui penyakit apa yang diri kita alami, dan gurah mata yang dapat membersihkan mata kita hingga menjadi fresh bahkan bisa mengurangi mata min/plus.
Saya pun mulai meneliti dan memahami sedikit demi sedikit tentang obat-obatan herbal hingga proses dan cara kerja dari berbekam yang merupakan sunah Rasul.
Semua hal tersebut semakin menginspirasi kehidupan yang sehat kedepannya. Saya juga mengikuti seminar kesehatan dokter herbalis, dari sini saya mengetahui banyak hal terutama kesehatan dalam islam dan saya diperkenalkn dengan slogan “Back To Nature for Medicine” yang telah diserukan WHO sejak tahun1994, namun di Indonesia realisasinya masih belum maksimal padahal banyak potensi SDA dan SDM yang dapat dimanfaatkan.
Dari pengalaman yang menginspirasi masa depan saya ini, saya pun ingin terus menggali lebih dalam tenteng herbalis. Ilmu yang bisa saya menfaatkan untuk mengobati orang dan merealisasikan “Back To Nature for Medicine” di Indonesia.
Masuk kelas XII saya mulai menyusun target-terget agar dapat mencapai hal tersebut.
Alhamdulillah saya telah ditrima di jurusan Biologi Institut Pertanian Bogor, yang akan mempermudah saya dalam menggapai target saya!

Cerita Inspirasi Orang Lain
Nama : Ina Agistina
NRP : G34100038
Laskar: 22
“Islam Membawaku Lebih Baik”
Aku terlahir sebagai seorang anak perempuan yang berada di tengah-tengah keluarga yang sangat menyayangiku, segala kebutuhanku terpenuhi kecuali kebutuhanku yang satu ini, yaitu pendididkan agama.
Aku tumbuh menjadi seorang gadis yang tomboy, bahkan dalam segi fashion bisa dikatakan berani, ya… berani sexy (belum tau cara berpakaian yang baik itu seperti apa), aku menikmati hidupku, tapi rasanya hampa. Serasa ada yang kurang dari apa yang aku nikmati, rasanya gamang ada hal yang terlupakan olehku. Waktu demi waktu aku coba cari apa yang terjadi pada diriku ini.
Menjelqng lulus SMP aku mulai sadar, pendidikan agamu sangat kurang. Aku mulai berpikir bagaimanacaranya aku bisa memperoleh pendidikan agama islam yang lebih komfrehesif. Memasuki SMA aku dipertemukan dengan ekstrakulikuler yang menurut penilaianmku ekstrakulikuler yang bisa membawaku memenuhi kebutuhan agamaku. Disini aku mulai merasakan jiwaku menjadi lebih tenang, apalagi pada saat aku mengikuti Islamic Outbond bersama kakak-kakak kelasku, Acara ini sangat berkesan dan berdampak besar dalam kehidupanku. Acara inilah yang menginspirasi diriku untuk lebih melihat, mendengar dan measakan betapa indahnya islam. Aku mulai mengenakan jilbab dan merasakan betapa nikmatnya tubuh ini ketika berjilba. Aku terasa terlahir kembali, menemukan hidup yang baru. Ya… kehidupan yang sangat aku rindukan selama ini, aku mulai belajar banyak tentang islam, dan mencoba mengaplikasikannya dalam kehidupan. Alhasil waktu yang aku miliki kini tidak sia-sia karena aku isi hari-hariku dengan aktifitas yang lebih bermanfaat.
Sebelumnya aku tidak pernah menyangka jika hidupku akan seindah ini. Allah, Rabbku telah menitipkan cahaya hidayahNya kedalam hatiku lewat sebuah ekstrakulikuler yang bernama Rohani Islam (ROHIS). Aku menjadi seorang gadis yang selalu bersemangat, karena aku yakin Allah selalu bersamaku, dan RidhoNya adalah tujuanku. Semoga aku istiqomah dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

isue liberalisme pertanian

Food Estate Pasok Beras 1,95 juta Ton

JAKARTA – Kawasan khusus usaha pertanian skala luas (food estate) atau Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) hampai 2014 mendatang diperkirakan mampu memasok 1,95 juta ton padi.

Selain padi juga akan dihasilkan 2,02 juta ton jagung, 167 ribu ton kedelai, 64 ribu ekor sapi ternak, 2,5 juta ton gula, dan 937 ribu ton minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) per tahun.

“Dengan demikian, Merauke tak hanya menjadi lumbung pangan nasional, melainkan juga menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Suswono di Jakarta, Jumat (13/8/2010).

MINAPOLITAN

Program Minapolitan Perikanan yang diunggulkan oleh Kementrian Perikanan dan Kelautan sebagai solusi untuk perbaikan perikanan, dipandang pesimistis oleh banyak pihak. Riza Damanik, selaku Ketua Pokja Perikanan Aliansi Desa Sejahtera menilai program yang digembor-gemborkan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad, berpotensi besar gagal. Minapolitan adalah strategi pembangunan perikanan berbasis kawasan.

“Hari ini pemerintah mendengungkan minapolitan. Ini berpeluang besar gagal,” kata Riza di sela-sela diskusi Kebijakan Negara Agraris yang Bikin Petani Kecil Miris, di Bakoel Koffie, Jakarta, Jumat (23/4/2010).

Alasannya, ungkap Riza, kebijakan minapolitan sangat berorientasi pada peningkatan produksi. Ini berbahaya karena orientasi mengejar pertumbuhan produksi ikan baik dari kegiatan penangkapan maupun budidaya, mengancam kelestarian ikan. Di sisi lain, hal ini juga bakal merusak harga ikan Indonesia apabila pemerintah tidak mampu memasarkan produksi ikan.

Apa itu ACFTA?

ACFTA (Asean – China Free Trade Area) beberapa waktu terakhir ini tiba-tiba menjadi bahan pembicaraan yang populer dikalangan masyarakat. Berbagai media berlomba-lomba memberikan liputan mengenai ACFTA ini, dan harus diakui sebagian besar diantara liputan itu memberikan “rasa khawatir” bagi masyarakat, dimana ACFTA ini digambarkan akan menjadi momok bagi perekonomian nasional, meningkatkan pengangguran, membuat barang-barang dalam negeri kalah bersaing dsb.

Kesepakatan pembentukan perdagangan bebas ACFTA diawali oleh kesepakatan para peserta ASEAN-China Summit di Brunei Darussalam pada November 2001 .

Pada bulan November 2004, peserta ASEAN-China Summit menandatangani Naskah Perjanjian Perdagangan Barang (The Framework Agreement on Trade in Goods) yang berlaku pada 1 Juli 2005. Berdasarkan perjanjian ini negara ASEAN5 (Indonesia, Thailand, Singapura, Philipina, Malaysia) dan China sepakat untuk menghilangkan 90% komoditas pada tahun 2010. Untuk negara ASEAN lainnya pemberlakuan kesepakatan dapat ditunda hingga 2015.

Walaupun ACFTA sudah tercetus sejak 2001 namun mengapa perhatian ke ACFTA baru terasa di semester II 2009?Setelah hiruk pikuk kekhawatiran seputar ketidaksiapan Indonesia dalam menghadapi ACFTA, tiba-tiba berita dan perhatian mengenai ACFTA ini malah “kalah populer” dibandingkan dengan Pansus Century padahal dampak sistemik dari ACFTA ini jauuhhhhhhhhhhhhhh lebih besar dari Rp 6,7 T kasus Century.
Apa yang dilakukan pemerintah selama 10 tahun ini? Segala potensi risiko seharusnya seharusnya sudah diketahui dan dapat mulai diantisipasi ketika ACFTA mulai tercetus pada 2001, namun seperti yang sama-sama kita ketahui, negara kita seolah baru tahu kemarin mengenai ACFTA. Disaat negara lain berlomba membangun infrastruktur, listrik, memberikan insentif buat investor dll, negara kita seolah selalu belum dapat mengimbangi kecepatan pembangunan negara lain, dan akibatnya bisa ditebak, negara kita yang kaya raya ini harus meminta penundaan ACFTA di bulan terakhir mendekati diberlakukannya kesepakatan. Memalukan?yah sptnya bukan hal baru lagi bagi kita melihat banyaknya permasalahan di dalam negeri.

Semoga ACFTA ini bukan hanya menawarkan bahaya bagi Indonesia, namun juga kesempatan untuk belajar dan membuat ekonomi bangsa menjadi lebih kuat lagi. Ditengah krisis dunia pada 2008-2009, Indonesia termasuk satu diantara sedikit negara yang mencatatkan pertumbuhan positif, semoga momentum ini dapat tetap terjaga dan pemerintah bersama para pelaku ekonomi dapat total /all out menghadapi dan mengambil manfaat positif/produktif dari ACFTA ini.

Gubernur:Kenaikan Harga Pupuk Tidak Lebih Dari 10 %

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo telah meminta kepada pemerintah pusat agar rencana kenaikan harga pupuk yang segera diberlakukan tidak melebihi angka 10 persen. Hal ini mengingat masih rendahnya kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Ihwan Sudrajat mengungkapkan, gubernur telah berkirim surat kepada presiden dan meminta kenaikan tidak lebih dari 10 persen.

“Keputusan gubernur ini sangat tepat. Bahkan, gubernur meminta kalau bisa tidak ada kenaikan,” jelasnya kepada Harsem, kemarin.

Ihwan mengatakan, rencana kenaikan harga pupuk ini akan memberikan implikasi terhadap tingkat inflasi di daerah. Pasalnya, kenaikan pupuk akan berimbas pada harga beras di tingkat konsumen.

“faktor ini menyumbang tingkat inflasi paling besar yakni sebesar 30 persen. Jika harga pupuk naik, tentu harga beras turut naik. Demikian juga dengan tingkat inflasi,” paparnya.

www.google.com